Jumat, 13 November 2015

Yuk Main ke Gunung Pancar

Taman wisata alam gunung pancar merupakan eko wisata alami dengan Rangkaian Hutan pinus yang sangat indah, dimana disana juga terdapat mata air panas alami. area gunung yang masih asri akan banyak kita temukan di taman wisata alam gunung pancar dengan Fasilitas Jalan yang sudah beraspal dan cukup baik kita tidak perlu mengkhawatirkan track yang akan kita lalui. objek utama tentunya pada pemandian air panas gunung pancar yang merupakan mata air panas alami yang  dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit membuat taman wisata alam gunung pancar ini patut dijadikan alternatif tempat wisata bagi masyarakat ibu kota.

Lokasinya memang cukup terpencil, lebih kurang 13 kilometer dari pintu tol Sentul Selatan. Melewati Perumahan Bukit Sentul, pengunjung harus menelusuri jalan ke arah tenggara menuju Desa Karang Tengah. Sampai di sebuah pertigaan jalan, ada papan penunjuk yang akan menuntun wisatawan menuju Gunung Pancar, yang jaraknya tinggal 7kilometer.

            Mata kita sudah disuguhi pemandangan penduduk desa yang sedang menjemur cengkeh atau mengangkut daun singkong dari kebun yang banyak terdapat di sepanjang jalan. Pekerja kasar membelah dan mengangkut batu kali, melewati pematang sawah. Ada pula jejeran Perumahan Bukit Sentul, terlihat indah dari atas bukit, beberapa jembatan dan anak sungai. Truk-truk tua yang sangat perkasa di tahun 1960-an masih dapat kita jumpai berjalan perlahan, keberatan membawa batu kali dan pasir gunung.

Setelah menelusuri jalan aspal yang mulai terlihat berlubang di mana-mana dan harus membayar retribusi jalan Rp 1.000 kepada kelurahan setempat, dalam sekitar 30 menit kita akan menemukan pintu masuk Taman Wisata Gunung Pancar. Di pintu masuk ini pengunjung harus membayar lagi tanda masuk Rp 1.000 per orang, mobil Rp 2.000, dan sepeda motor Rp 1.000. Pengunjung yang ingin berkemah dikenai pungutan Rp 5.000, sedangkan yang mendaki ke puncak Rp 25.000 per lima orang per hari. Pemandu wisata pun siap memandu pengunjung dengan bayaran Rp 25.000 per hari.


Akan tetapi, jangan salah kira, pintu masuk ini terlihat sangat tidak efektif dan cenderung merugikan pengunjung. Pengunjung yang baru pertama kali datang ke lokasi ini akan terheran-heran, sebab di pintu masuk kedua juga dipungut Rp 5.000 per orang, mobil Rp 3.000, dan sepeda motor Rp 1.500. Kecuali itu, masih ada uang keamanan dan parkir kendaraan antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000 meskipun sifatnya tidak memaksa.

Di sepanjang jalan dari pintu pertama hingga tempat wisata air itu, pengunjung melewati pepohonan pinus yang berjajar rapi di sisi kiri dan kanan, membuat jalan terasa sejuk. Aroma pinus menjadi dambaan pengunjung yang ingin akrab dengan alam. Terpaan angin yang berembus kuat semakin menggetarkan pepohonan yang hijau di kawasan hutan PT Perhutani yang sudah diserahkan pengelolaannya kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat I sejak tahun 1992.

Walaupun harus bersusah payah menempuh perjalanan mendaki begitu lama dan penuh jalan berlubang, suasana sejuk alam sekitar dan kehangatan air panas seakan meleburkan kekesalan itu. Pengunjung yang datang dari berbagai penjuru menjadi akrab bermain di riak-riak air.


Kondisi Umum Kawasan
Taman Wisata Alam Gunung Pancar dengan luas 447,5 Ha ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 156/Kpts-II/1988 tgl 21 Maret 1988. Secara geografis kawasan ini terletak antara 106°52’ - 106°54’ BT dan 6°34’ -6°36’ LS, sedangkan secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Gunung Pancar terletak pada ketinggian 300-800 m dpl dengan topografi landai sampai bergelombang terjal dengan kemiringan sekitar 15-40%. Bagian tertinggi yaitu pada puncak Gunung Pancar 800 m dpl dan Pasir Astana 700 m dpl. Menurut Schmidt dan Ferguson,

 kawasan TWA Gunung Pancar termasuk ke dalam tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 3.000-4.500 mm/th. Jumlah hari hujan per tahun berkisar antara 150-250 hari. Suhu udara rata-rata 24°C pada malam hari dan suhu tertinggi 33°C pada siang hari dengan kelembaban udara rata-rata 58-82%. Jenis tanah di kawasan adalah podsolik merah kuning dengan tekstur tanah yang sebagian besar berlempung dengan bahan induk dari batuan endapan dan bekuan.. 

Potensi Biotik Kawasan
            TWA Gunung Pancar terdiri dari hutan alam pegunungan dataran rendah, hutan tanaman dan semak belukar. Tipe vegetasi hutan alam terletak di lereng sampai puncak Gunung Pancar seluas 15 Ha dengan jenis vegetasi antara lain rasamala (Altingia exelsa), huru (Quercus sp.), beringin (Ficus benyamina), puspa (Schima walicii), saninten (Castanopsis argentea), jamuju (Podocarpus imbricatus), rotan (Calamus sp.), dan jenis-jenis liana. Selain itu terdapat pula tumbuhan epiphyt yang menempel pada pohon besar seperti anggrek (Dendrobium sp.), paku sarang burung (Asplenium nidus), paku tanduk rusa (Platicerium coronarium) Tipe vegetasi hutan tanaman menempati sebagian besar kawasan ini seluas ± 160 Ha. Jenis tanamannya antara lain pinus (Pinus merkusii), sengon (Albizia falcataria), kayu afrika (Maesopsis emanii) dan meranti (Shorea sp.) yang ditanam pada tahun 1982/1983. Sedangkan jenis tanaman lainnya adalah tanaman budidaya masyarakat seperti singkong dan pisang (Musa sp). Tumbuhan semak belukar terdiri dari jenis kirinyuh, harendong, jarong, saliara, alang-alang dan lain-lain. Satwa yang berada di kawasan antara lain owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), kera (Macaca fascicularis), jelarang (Ratufa bicolor), babi hutan (Sus vitasus) dan jenis-jenis burung seperti elang (Haliastus indus), kutilang (Pycnonatus aurigaster), ayam hutan merah (Galus galus varius), jalak (Sturnus melanopterus), srigunting (Dicrurus paradiseus) dan enggang (Buceros sp.).

Potensi Wisata
             Dalam pengembangan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PT. Wana Wisata Indah diberikan hak pengusahaan pariwisata alam di TWA Gunung Pancar dengan SK Menteri Kehutanan No. 54/Kpts-II/1993 tgl 8 Februari 1993.
TWA Gunung Pancar memiliki obyek dan daya tarik wisata yang cukup menarik, yaitu pemandian air panas, makam keramat dan menikmati pergelaran kesenian tradisional daerah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain : 
  • Wisata alam sambil olahraga (hiking, berkemah, berkuda, bersepeda, tenis, berenang (air panas), lintas alam) Wisata konvensi (berwisata sambil melakukan seminar, rapat, konferensi),
  • Wisata budaya (menikmati pergelaran seni tradisional dan ziarah ke makam keramat di Puncak Gunung Pancar).
  • Sarana prasarana wisata di TWA Gunung Pancar diantaranya pusat informasi, pondok kerja, sarana olah raga, camping ground, tempat bermain anak, sarana pemandian air panas, shelter, fasilitas penginapan dan ruang pertemuan.

Aksesibilitas
Lokasi TWA Gunung Pancar dapat ditempuh melalui jalur :
  1. Pintu tol Sentul menuju Desa Babakan Madang dan Desa Karang Tengah dengan kondisi jalan beraspal cukup baik (± 13 Km, waktu tempuh ± 20 menit).
  2. Kota Bogor - melewati daerah Bogor Baru - Desa Karang Tengah (± 25 Km, waktu tempuh ± 1 jam)
.
ada sedikit foto lama masih kesimpen hehe btw ini diambil pas kita ada project dari kampus gitu siiih makanya kita kepo mau dateng...
ps: maafkan saya yang belum pakai hijab hehe pisss




Tidak ada komentar:

Posting Komentar